5 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melakukan Service Alat Kesehatan
November 6, 2026

5 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melakukan Service Alat Kesehatan

Alat kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan medis di rumah sakit, klinik, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Agar dapat digunakan secara optimal, setiap perangkat perlu mendapatkan pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala. Namun, proses service alat kesehatan tidak cukup hanya dilakukan ketika alat mengalami kerusakan. Prosedur pemeriksaan, kompetensi teknisi, penggunaan suku cadang, hingga dokumentasi hasil servis juga perlu diperhatikan.

Dalam praktiknya, masih terdapat beberapa kesalahan yang dapat terjadi saat melakukan servis alat medis. Kesalahan tersebut terkadang terlihat sederhana, tetapi dapat berdampak pada performa perangkat, meningkatkan risiko kerusakan berulang, bahkan mengganggu kelancaran pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, rumah sakit dan klinik perlu memahami hal-hal yang harus dihindari ketika melakukan servis alat kesehatan. Dengan proses pemeliharaan yang tepat, fasilitas kesehatan dapat menjaga kondisi peralatan medis agar tetap berfungsi sesuai kebutuhan dan rekomendasi teknis.

Mengapa Proses Service Alat Kesehatan Harus Dilakukan dengan Tepat?

Service alat kesehatan merupakan bagian dari pengelolaan peralatan medis yang bertujuan menjaga kondisi teknis, fungsi, dan keamanan perangkat. Kegiatan ini dapat mencakup pemeriksaan kondisi fisik, pengecekan fungsi, preventive maintenance, troubleshooting, perbaikan, hingga penggantian komponen apabila diperlukan.

Pentingnya pemeliharaan alat kesehatan juga tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2023 tentang Pemeliharaan Alat Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Regulasi tersebut menekankan bahwa alat kesehatan yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan harus berfungsi dengan baik sesuai standar pelayanan serta persyaratan mutu, keamanan, manfaat, keselamatan, dan laik pakai.

Dengan demikian, proses service alat medis perlu dilakukan secara terencana dan mengikuti prosedur yang sesuai. Kesalahan dalam pelaksanaannya dapat menyebabkan masalah teknis tidak teridentifikasi atau tindakan perbaikan yang dilakukan tidak menyelesaikan sumber gangguan.

5 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melakukan Service Alat Kesehatan

1. Menunggu Alat Rusak Sebelum Melakukan Pemeriksaan

Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah melakukan service alat kesehatan hanya ketika perangkat sudah mengalami kerusakan. Padahal, beberapa gangguan dapat berkembang secara bertahap dan tidak selalu langsung terlihat oleh pengguna.

Sebagai contoh, kabel yang mulai mengalami kerusakan, konektor yang longgar, filter yang kotor, atau komponen mekanis yang mengalami penurunan performa mungkin belum menyebabkan alat berhenti beroperasi. Namun, jika kondisi tersebut dibiarkan, gangguan dapat berkembang dan berpotensi memengaruhi fungsi perangkat.

Untuk menghindari hal ini, fasilitas kesehatan perlu menerapkan preventive maintenance atau pemeliharaan preventif. Pemeriksaan dilakukan secara terjadwal untuk mendeteksi potensi masalah sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

Jadwal pemeliharaan sebaiknya disusun dengan mempertimbangkan rekomendasi produsen, intensitas penggunaan, tingkat risiko alat, serta riwayat gangguan. Anda dapat membaca pembahasan lebih lanjut mengenai service alat kesehatan dan pentingnya preventive maintenance.

2. Tidak Melakukan Pemeriksaan Menyeluruh Sebelum Perbaikan

Kesalahan berikutnya adalah langsung melakukan perbaikan tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi alat. Ketika perangkat mengalami gangguan, teknisi perlu mengidentifikasi terlebih dahulu gejala, kemungkinan penyebab, serta bagian yang terdampak.

Misalnya, ketika patient monitor mengalami gangguan tampilan, penyebabnya belum tentu berasal dari layar. Masalah dapat berkaitan dengan konektor, kabel, sumber daya, modul elektronik, atau komponen lain. Jika teknisi langsung mengganti satu komponen tanpa proses identifikasi yang tepat, kerusakan utama mungkin tetap belum terselesaikan.

Pemeriksaan awal atau troubleshooting menjadi tahapan penting dalam proses jasa servis alat kesehatan. Melalui pemeriksaan tersebut, teknisi dapat menentukan tindakan yang sesuai dengan kondisi perangkat, sehingga proses perbaikan lebih terarah.

Selain itu, riwayat kerusakan dan informasi dari pengguna juga perlu diperhatikan. Keterangan mengenai kapan gangguan muncul, bagaimana gejalanya, serta kondisi saat alat digunakan dapat membantu proses identifikasi masalah.

3. Menggunakan Suku Cadang yang Tidak Sesuai dengan Spesifikasi Alat

Penggunaan suku cadang atau spare part yang tidak sesuai merupakan kesalahan yang dapat memengaruhi performa dan keandalan alat kesehatan. Setiap perangkat memiliki spesifikasi teknis dan kebutuhan komponen yang berbeda. Karena itu, penggantian komponen tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan kemiripan bentuk atau ukuran.

Komponen yang tidak sesuai dapat menyebabkan fungsi perangkat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dalam kondisi tertentu, pemasangan komponen yang tidak tepat juga berpotensi menimbulkan gangguan baru atau menyebabkan kerusakan pada bagian lainnya.

Sebelum melakukan penggantian, teknisi perlu memastikan kesesuaian komponen berdasarkan model, tipe, nomor seri, dan spesifikasi teknis perangkat. Rekomendasi produsen juga perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan suku cadang yang digunakan.

Fasilitas kesehatan sebaiknya bekerja sama dengan penyedia jasa service alat kesehatan yang memiliki proses pengadaan dan pengelolaan spare part secara jelas. Ketersediaan suku cadang yang sesuai dapat membantu proses perbaikan berjalan lebih terarah dan mengurangi risiko penggantian komponen yang tidak diperlukan.

4. Tidak Melakukan Uji Fungsi Setelah Proses Service

Setelah proses perbaikan selesai, pekerjaan teknis tidak seharusnya langsung dianggap selesai. Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah melewatkan uji fungsi atau pemeriksaan akhir setelah service alat kesehatan dilakukan.

Uji fungsi bertujuan memastikan bahwa tindakan perbaikan telah dilakukan dengan benar dan perangkat dapat menjalankan fungsi yang diperiksa sesuai prosedur. Pemeriksaan ini dapat mencakup pengujian tombol, indikator, respons sistem, koneksi, mekanisme kerja, serta fungsi lain sesuai jenis dan karakteristik alat.

Sebagai contoh, setelah dilakukan perbaikan pada infusion pump, teknisi perlu melakukan pemeriksaan sesuai prosedur pengujian yang berlaku untuk memastikan perangkat merespons dengan baik. Pengujian yang diperlukan harus disesuaikan dengan jenis alat dan tidak cukup hanya dengan memastikan perangkat dapat menyala.

Pada peralatan tertentu, pemeriksaan keselamatan dan pengujian kinerja menggunakan alat ukur atau peralatan uji yang sesuai juga mungkin diperlukan. Jika terdapat persyaratan kalibrasi, kegiatan tersebut perlu ditangani sebagai proses tersendiri sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Dengan melakukan uji fungsi secara tepat, fasilitas kesehatan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perangkat setelah perbaikan. Pelajari juga tahapan pemeriksaan melalui artikel bagaimana proses service alat kesehatan dari pemeriksaan hingga uji fungsi.

5. Mengabaikan Dokumentasi dan Riwayat Service Alat Medis

Dokumentasi sering dianggap sebagai pekerjaan administratif yang dapat dilakukan belakangan. Padahal, pencatatan hasil service merupakan bagian penting dari pengelolaan peralatan medis.

Tanpa dokumentasi yang baik, fasilitas kesehatan dapat mengalami kesulitan dalam mengetahui riwayat kerusakan, tindakan perbaikan yang pernah dilakukan, komponen yang telah diganti, serta jadwal pemeliharaan berikutnya. Kondisi ini juga dapat menyulitkan evaluasi apabila gangguan yang sama kembali terjadi.

Dokumentasi servis sebaiknya memuat informasi penting, seperti identitas alat, merek dan model, nomor seri atau nomor aset, tanggal pemeriksaan, keluhan pengguna, hasil pemeriksaan, tindakan perbaikan, suku cadang yang digunakan, serta hasil uji fungsi setelah pekerjaan selesai.

Pencatatan tersebut membantu teknisi dan penanggung jawab alat memantau kondisi perangkat dari waktu ke waktu. Selain itu, dokumentasi yang tertata dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun jadwal preventive maintenance dan menentukan kebutuhan perbaikan selanjutnya.

Pentingnya pencatatan dan pelaporan pemeliharaan juga diatur dalam Permenkes Nomor 15 Tahun 2023. Fasilitas kesehatan dapat membaca dokumen tersebut melalui JDIH Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Bagaimana Cara Menghindari Kesalahan Saat Service Alat Kesehatan?

Untuk mengurangi risiko kesalahan, fasilitas kesehatan perlu memastikan bahwa proses pemeliharaan dilakukan secara sistematis. Langkah pertama adalah memiliki inventaris peralatan medis yang memuat identitas, lokasi, kondisi, dan riwayat pemeliharaan setiap perangkat. Data tersebut dapat membantu menentukan prioritas pemeriksaan dan menyusun jadwal servis.

Selanjutnya, pemeriksaan perlu dilakukan oleh teknisi yang memiliki kompetensi sesuai jenis peralatan. Setiap tindakan harus mengikuti prosedur teknis dan rekomendasi produsen. Apabila diperlukan penggantian komponen, kesesuaian spesifikasi suku cadang perlu dipastikan sebelum pemasangan dilakukan.

Setelah proses perbaikan atau pemeliharaan selesai, lakukan pemeriksaan akhir dan uji fungsi sesuai karakteristik alat. Hasil pekerjaan juga perlu dicatat agar dapat menjadi referensi untuk pemeriksaan berikutnya.

Panduan dari World Health Organization (WHO) dalam publikasi Medical Equipment Maintenance Programme Overview menjelaskan bahwa strategi pemeliharaan peralatan medis mencakup kegiatan inspeksi, preventive maintenance, dan corrective maintenance. Inspeksi kinerja serta keselamatan menjadi bagian penting untuk memastikan peralatan bekerja dengan benar dan aman bagi pasien maupun operator.

Fasilitas kesehatan dapat mempelajari panduan tersebut melalui publikasi resmi WHO – Medical Equipment Maintenance Programme Overview.

Service Alat Kesehatan dan Kalibrasi: Jangan Keliru Memahami Keduanya

Selain memahami kesalahan dalam proses servis, fasilitas kesehatan juga perlu mengetahui perbedaan antara service dan kalibrasi alat kesehatan. Kedua kegiatan ini saling mendukung dalam pengelolaan peralatan medis, tetapi memiliki tujuan yang berbeda.

Service alat kesehatan berfokus pada pemeriksaan, pemeliharaan, dan perbaikan kondisi teknis perangkat. Sementara itu, kalibrasi berkaitan dengan penentuan hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur dan nilai acuan yang diketahui, termasuk ketidakpastian pengukurannya sesuai metode yang digunakan.

Artinya, alat yang sudah selesai diperbaiki belum tentu otomatis memenuhi persyaratan akurasi pengukuran. Begitu pula, kalibrasi tidak menggantikan kebutuhan perbaikan ketika ditemukan gangguan teknis.

Karena itu, fasilitas kesehatan perlu mengelola jadwal service dan kalibrasi berdasarkan kebutuhan masing-masing alat. Untuk memahami perbedaannya lebih lanjut, baca artikel GGSC mengenai service alat kesehatan vs kalibrasi: apa bedanya dan kapan harus dilakukan.

Percayakan Kebutuhan Service Alat Kesehatan kepada Tim yang Kompeten

Menghindari kesalahan saat service alat kesehatan merupakan langkah penting untuk menjaga performa dan mendukung kesiapan peralatan medis di rumah sakit, klinik, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Proses servis yang tepat tidak hanya berfokus pada perbaikan ketika alat mengalami kerusakan, tetapi juga mencakup pemeriksaan, pemeliharaan berkala, pengujian fungsi, dan dokumentasi hasil pekerjaan.

GGSC (GEA Medical Group Service Center) hadir sebagai pusat layanan yang mendukung kebutuhan service dan maintenance alat kesehatan. Dengan dukungan tim teknisi yang berpengalaman, GGSC membantu fasilitas kesehatan dalam pemeriksaan, pemeliharaan, perbaikan, serta kebutuhan suku cadang alat medis sesuai kebutuhan dan kondisi perangkat.

Jika rumah sakit, klinik, atau distributor alat kesehatan membutuhkan mitra untuk mendukung pemeliharaan dan perbaikan peralatan medis, konsultasikan kebutuhan Anda bersama GGSC.

Hubungi GGSC melalui website resmi www.ggsc.co.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan service dan maintenance alat kesehatan.

Chat Via WhatsApp

Klik di sini untuk konsultasi dan booking jadwal.

Baca juga artikel lainnya :